Oleh : T.H. Hari Sucahyo (Umat Paroki Santo Athanasius Keukupan Agung Semarang)

Indonesia saat ini berada di sebuah persimpangan jalan yang menentukan arah masa depannya. Di tengah dinamika politik yang sarat kepentingan, tantangan ekonomi yang belum sepenuhnya pulih pasca pandemi, serta persoalan sosial yang kian kompleks, bangsa ini memerlukan momentum kebangkitan yang nyata. Ketimpangan sosial tetap menjadi pekerjaan rumah besar, integritas demokrasi sedang diuji, dan harapan rakyat atas perubahan bergantung pada hadirnya pemimpin yang benar-benar berkomitmen pada keadilan dan kesejahteraan.

Dalam konteks inilah makna Paskah menjadi sangat relevan bukan semata perayaan religius, tetapi juga sebagai inspirasi untuk membangun arah baru bagi Indonesia. Paskah, yang tahun ini dirayakan pada 20 April, dalam tradisi Kristiani merupakan simbol kemenangan atas penderitaan, penebusan dosa, dan kebangkitan menuju kehidupan baru. Dalam perspektif kebangsaan, kebangkitan ini dapat dimaknai sebagai upaya kolektif untuk bangkit dari keterpurukan, menata ulang visi masa depan, dan membangun negeri dengan semangat baru.