Kendati hingga saat ini tambah dia, belum ada robot yang mampu menggantikan perban pada luka, menenangkan pasien
yang beringas, atau membantu persalinan ibu.
Sementara dalam bidang pertanian dan peternakan, rekayasa genetika telah melahirkan banyak sekali varietas-varietas tanaman baru.
“Beberapa pekerjaan fisik petani dan peternak telah tergantikan oleh mesin-mesin dan robot. Maka petani-petani milenial tidak lagi mengandalkan otot tetapi otak dalam bekerja mulai dari produksi sampai pemasaran. Mereka lebih berperan sebagai operator dan manajer,” sebutnya.
Karena itu Warek I ini bilang, di tengah tantangan dan ketidakpastian ini, Unika Santu Paulus Ruteng telah berusaha untuk membekali para mahasiswanya dengan beberapa karakter utama yang bersumber dari semangat Santu Paulus, yakni Resiliens, Integritas, Loyalitas, dan Solider di bawah visi “menjadi komunitas akademik yang transformatif, kolaboratif, dan berkarakter”.
“Loyalitas tampak dalam ketaatan dan kesetiaan terhadap tugas dan pekerjaan yang diberikan, setia dalam setiap perkara kecil. Solider tampak dalam sikap dan perilaku belarasa, empati, suka menolong, peduli kepada orang lain. Nilai-nilai ini diharapkan menjadi bekal bagi Anda untuk bisa berhadapan dengan dunia yang tidak pasti,” tandasnya.





Tinggalkan Balasan