Marsel Payong menuturkan, hingga dengan saat ini dunia kita terus berubah dengan kecepatan yang luar biasa, jauh lebih cepat dari satu atau dua dasawarsa terakhir dan sering kali menimbulkan gangguan atau
kekacauan tatanan atau sering disebut disrupsi.

“Era disrupsi yang dipicu oleh munculnya Revolusi Industri 4.0 telah mengubah banyak sekali tatanan kehidupan, termasuk dunia kerja,” katanya.

Sejarahwan dan futuris dari Universitas Ibrani Yerusalem Yuval Noah Harari kata dia, telah mengingatkan bahwa situasi pasar kerja pada 2050 dilanda ketidakpastian dan
kecemasan.

Ia menyebutkan jika ada ketakutan akan hadirnya robotika, Al, loT, yang bisa menggantikan banyak sekali pekerjaan manusia. Tetapi ketika berkaca pada sejarah Revolusi Industri pertama, ketika hadirnya mesin-mesin menggantikan pekerjaan fisik manusia, selalu muncul pekerjaan-pekerjaan baru, dan standar hidup dan kualifikasi kemampuan juga
meningkat.

“Setidaknya, pekerjaan-pekerjaan baru mendatang akan didominasi oleh kemampuan kognitif tingkat tinggi,” bebernya.