Padahal, anggota yang berkecimpung dalam organisasi sebetulnya bersedia jika dilibatkan dalam membantu berbagai program pemerintah yang mungkin membutuhkan tenaga muda untuk melakukan perbantuan.

Dia cerita, selama dua tahun kepemimpinannya nyaris tidak ada pelibatan pemerintah dengan mahasiswa. Dia menitipkan

“Saya titip ke abang Melki sehingga bisa membantu kami. Supaya ketua selanjutnya bisa berkomunikasi lebih baik dan membantu kami,” katanya.

Ketua GMKI terpilih Andraviani Laiya menyampaikan, persoalan utamanya juga adalah nyaris ketiadaan antar pemerintah dan organisasi kepemudaan. Bagian itu membuat jarak dan pengembangan mahasiswa cenderung stagnan.

Padahal, perlu ada kolaborasi bersama. Dia bilang para aktivis memiliki daya juang lebih besar yang harusnya itu menjadi modal.

“Saya juga pengurus sebelumnya, pendampingan dari pemerintah itu sangat minim. Bukan soal materilnya,” ujarnya.

Dia juga menyampaikan hal yang sama yakni kolaborasi bersama pemerintah. Sebab, itu merupakan bagian yang tidak terpisahkan antara pemerintah dan organisasi khususnya kemahasiswaan. (ih/tim)