“Memilih pemimpin rekam jejak, program dan siapa yang mendukung. Kaka Melki tidak memaksa tapi ingat dengan tiga hal ini,” ujarnya.
Dalam dialog, seorang anggota GMKI Cabang Kupang menyebut industri olahan di NTT nyaris tidak ada. Masalah lainnya adalah konflik lahan hingga harga yang belum berpihak ke masyarakat.
Persoalan di NTT, kata dia, hampir sama. Sehingga program hilirisasi yang dicanangkan perlu di konkretnya agar memberi manfaat lebih besar ke masyarakat umum.
“Ini tantangan kita ke depan. Kalau kita buat secara baik, kita bisa maju,” ujar dia.
Mantan Ketua GMKI cabang Kupang Frits Taek menyampaikan terima kasih atas kehadiran Melki Laka Lena sebagai seorang aktivis. Dia bilang hampir semua aktivis datang dari latar belakang perekonomian menengah kebawa.
“Program pemerintah harus bisa membantu anak-anak aktivis agar bisa mandiri,” katanya.
Selama ini, kolaborasi antar pemerintah dengan aktivis masih belum maksimal. Bahkan beberapa kali komunikasi dengan pemerintah juga sempat disampaikan namun belum dijawab serius.





Tinggalkan Balasan