Menurut Melki Laka Lena, kebesaran jiwa para tokoh adat dan masyarakat ini sebagai bentuk kerjasama masyarakat dan pemerintah demi pelayanan kesehatan yang prima, berkualitas bagi masyarakat Flores Timur khususnya di pulau Solor.
“Nanti ada alat kesehatan Rp15 Miliar dan sarana Prasarana Rp5 Miliar termasuk tenaga kesehatan. Jadi cuma di Flores ada tiga pulau ada tiga rumah sakit pemerintah,” kata Melki Laka Lena.
Penjabat Bupati Flores Timur, Sulastri HA Rasyid juga menyampaikan apresiasinya bagi para tokoh masyarakat yang menghibahkan tanahnya. “Terima kasih kepada orang tua, tuan (pemilik) tanah yang menyerahkan 3,5 hektar lahan buat pemerintah. Kita berharap bukan saja ada bangunan tetapi juga tim medisnya. Kita berupaya membuka lowongan kerja bagi tiga rumah sakit di sini (Flores Timur). Jika dibutuhkan dokter spesialis saya siap tandatangani pendidikan dokter,” kata Sulastri.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Flores Timur, dr. Ogie Silimalar menyebut pembangunan rumah sakit pratama Solor dengan lahan sebesar 3,5 hektare ini merupakan bentuk kerja sama yang baik pemerintah dan masyarakat karena tanpa sepeser pun.



Tinggalkan Balasan