“Jujur dibalik banyaknya kesulitan dalam membangun sekolah ini saya bersama istri saya merasa bahagia setelah melihat anak-anak yang tamat dari sini bisa mengikuti pendidikan SD dengan kemampuan membaca dan menulis,” tuturnya.

Bripka Syamsuddin juga mengakui, jika awal bangunnya lembaga tersebut khususnya pada hal yang berkaitan dengan administrasi atau biaya operasional sekolah termasuk honor guru ternyata ia menyisihkan uang gajinya.

Dari hal itu, guna membiayai sekolah tersebut Bripka Syamsuddin bahkan rela mengajukan kredit berkali-kali di Bank.

“Untuk biaya ya saya harus kredit di Bank berkali-kali bahkan terakhir itu nyaris jual rumah,” ungkap Bripka Syamsuddin.

Dia juga menerangkan sekolah Deen Assalam Ruteng itu telah menoreh status akreditasi B dan sudah pernah mengikuti perlombaan di tingkat nasional.

“Meski dari sisi usia Sekolah ini baru berapa tahun namun kita sudah berakreditasi B dan pernah mengikuti lomba di tingkat Nasional dan kita dapat peringkat 1 harapan,” tukasnya. (*)