“Kolaborasi ini merupakan respon tepat terhadap kebutuhan energi baru terbarukan di tengah tantangan perubahan iklim, kami berharap apa yang dilakukan oleh Kadin NTT juga bisa menginspirasi untuk diimplementasikan di daerah-daerah lain,” tutur Bobby.

Program pengembangan energi terbarukan oleh Kadin NTT ini telah dijadikan proyek percontohan PT PLN Indonesia dimana berbagai kunjungan dan studi banding dilakukan oleh berbagai ahli.

“Selain telah digunakan di PLTU Bolok-Kupang, Kadin NTT telah menerima kunjungan Energy Primer Indonesia (EPI), Pembangkit Listrik Jawa-Bali dan PLN dari Provinsi-provinsi se-Indonesia untuk studi banding dan sekarang juga sudah mulai di bangun pabrik yang sama di provinsi lainnya,” ungkap Bobby.

Ketua Program Green Energy Co-Firing, Yusak Victor Benu, menambahkan, program ini tidak hanya berdampak positif bagi lingkungan, tetapi juga membuka peluang pekerjaan baru untuk masyarakat.

“Kami berharap, melalui pendekatan kolaboratif ini, dapat tercipta pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar,” pungkasnya. (*/kn)