Ia berharap, para orang tua wali yang hadir pada kesempatan wisuda hari ini, agar mengajak keluarga untuk melanjutkan kuliahnya di kampus UPG 1945 NTT.

“Biarlah kami mendidik merka dengan prestasi yang tidak mengecewakan. Kepada para alumni, apabila anda sukses dan berhasil, jangan lupa ibu kandung yang telah membesarkan anda di dunia,” pungkasnya.

Dalam kegiatan wisuda, Ketua BPH UPG 1945 Dr. Semuel Haning SH., MH., CMe.CPArb juga menyampaikan orasi ilmiah tentang Ketakutan Guru dan Perlunya Perlindungan Hukum Terhadap Guru.

Dalam orasi ilmiahnya, Dr. Semuel Haning SH., MH., CMe.CPArb yang juga adalah Ketua PGRI NTT mengangkat sejumlah persoalan kriminalisi yang dialami para guru di NTT.

Ia menyarankan agar ke depan, dibuat perjanjian oleh seluruh guru di NTT. Sehingga kehadiran perjanjian itu bisa mengesampingkan UU 35 Tahun 2014 yang selama ini mengkriminalisasi guru.

“Mengapa? Ketika dibuat perjanjian, dan ada murid yang mengajukan persoalan di aparat penegank hukum, maka perjanjian itu melupakan UU,” ujar Semuel Haning.

Ketua BPH UPG 1945 NTT mengajak seluruh orang tua dan alumni UPG 1945 NTT untuk selalu memberikan perhatian terhadap seluruh guru di NTT.

“Saya sampaikan ke semua alumni yang ada, tolong jaga guru-guru. Juga kepada orang tua yang ada, tolong jaga guru-guru,” tegas Semuel Haning. 

Jamkesmawa Kian Membanggakan

Penyerahan hadiah sebagai bentuk apresiasi dari Ketua BPH UPG 1945 NTT kepada Ivon Susana Sau, disaksikan Rektor UPG 1945 dan Ibunda Ivon. (Foto: Ama Beding)

Dalam kesempatan wisuda VI UPG 1945 NTT, Ketua BPH UPG 1945 NTT Dr. Semuel Haning SH., MH., CMe.CPArb juga menyerahkan hadiah sebagai bentuk apresiasi kepada Ivon Susana Sau, wisudawan dari FKIP Bahasa Inggris yang sedang dalam keadaan sakit.

Ivon Susana Sau adalah salah satu mahasiswa yang berhasil diwisuda, karena sentuhan program Jamkesmawa (Jaminan Kesehatan Mahasiswa) UPG 1945 NTT.

“Program Jamkesmawa tidak ada di perguruan tinggi lain. Hanya ada di UPG 1945 NTT,” ujar Semuel Haning yang berdiri berdampingan dengan Rektor UPG 1945 NTT dan Ivon di hadapan para orang tua wali.