Ia menjelaskan, awalnya kondisi Ivon cukup parah di rumah. Kemudian ia meminta Ketua Program Studi untuk membimbing Ivon, sehingga Ivon bisa lulus bersama teman-temannya yang lain.

“Bimbingannya di rumah. Dosen datang ke rumah. Ujian juga di rumah. Segala biaya kami yang tanggung. Kami buktikan bahwa UPG 1945 NTT lewat program Jamkesmawa bukan kaleng-kaleng. Yang sakit itu kita biayai. Ini hanya ada di UPG 1945 NTT,” ujar Semuel Haning.

Ibunda Ivon yang hadir menyaksikan momentum penyerahan hadiah sebagai bentuk apresiasi tersebut tak kuat menahan air mata.

Tidak hanya Ivon, Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UPG 1945 NTT juga mendapat hadiah sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilannya membimbing Ivon.

Terpisah, Ivon Susana Sau yang ditemui awak media mengaku, UPG 1945 NTT sudah menjadi bagian dari keluarganya, karena UPG 1945 NTT memberikan perhatian yang sangat besar untuk dirinya.

“Waktu Bapak Rektor, Bapak Ketua BPH UPG 1945 NTT dan jajaran ke rumah, saya tidak bisa jalan. Saraf kaki mati semua. Sehingga mereka ke rumah kasi bantuan berupa kursi roda dan walker. Jadi kalau orang tua tidak mampu membeli kursi roda, dari kampus bisa memberikannya,” ujar Ivon.

Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran kampus UPG 1945 NTT yang sudah memberikan bantuan dan perhatian kepadanya.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Ketua BPH UPG NTT, Bapak Rektor dan jajarannya. Saya berharap teman-teman lain bisa terbantu dengan program Jamkesmawa,” pungkasnya. (*)