Ia menyampaikan, dengan adanya sosialisasi bahaya narkoba, calon polisi pada SPN Polda NTT diharapkan bisa menjadi panutan bagi generasi muda, dalam upaya pencegahan narkoba.
Ke depan, BNN Provinsi NTT terus gencar melakukan sosialisasi hingga ke desa, kelurahan, kampus dan sekolah, agar generasi muda NTT tetap menghindari narkoba.
“Memang tingkat prevalensi orang terpapar narkoba di NTT 0,1 persen atau sekitar 4000 orang. Tapi kita jangan anggap remeh,” tegasnya.
Brigjen Pol Riki Yanuarfi, S.H.,M.Si mengajak seluruh masyarakat NTT agar menjauhi narkoba, karena narkoba berdampak buruk bagi masa depan bangsa Indonesia.
“Mari kita sama-sama menjaga dan merawat generasi bangsa dengan cara menjauhi narkoba,” pungkas kandidat Doktor di Universitas Pancasila itu. (*)





Tinggalkan Balasan