Siagian menyampaikan, dirinya menemukan ada 3 indikator keunggulan produk hutan. Pertama, produk hutan itu terbatas, karena hutan tidak bisa dirambah untuk produk apapun. Tetapi bisa dikelola untuk menamam Asam dan pohon lainnya.
“Kedua, produk hutan itu alami. Kita tidak perlu pupuk, karena hutan memberikan tingkat kesuburan yang baik dan alami. Ketiga, produk hutan itu unik. Hutan di seluruh dunia punya legenda. Hutan-hutan di Indonesia unik dan punya budaya. Sesungguhnya di hutan-hutan itu punya sumber-sumber kehidupan,” ungkapnya.
Ketiga indikator ini, lanjut Siagian menandakan, produk hutan itu produk yang eksklusif dan mempunyai nilai yang tinggi.
“Atas dasar ini, mulai tahun lalu, saya mengagas di Kota Kupang harus ada produk hutan. Saya kemudian membuka galerin produk hutan, dan seindonesia, baru DLKH NTT yang berani membuka galeri produk hutan dengan dana terbatas,” ujar Siagian.
Kadis DLHK NTT juga menambahkan, NTT kaya akan produk hutan yang bisa dikembangkan salah satunya adalah Magrove. Namun pihaknya juga melakukan penelitan dan menemukan bahwa Kelor sangat berpotensi untuk dikembangkan di NTT.





Tinggalkan Balasan