Faizal menerangkan, data yang digunakan untuk penyaluran beras tersebut bersumber dari Kementerian Sosial, sehingga diharapkan bantuan beras harus tepat sasaran.

“Kabupaten yang menerima paling banyak kuota bantuan beras, salah satunya Kabupaten TTS dan Sumba Barat Daya (SBD),” ucapnya.

Manager Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Kanwil NTT ini mengakui, harga beras di pasar masih tinggi, karena pemerintah menaikan HET (Harga Eceran Tertinggi) di kualitas medium dan premium.

“Yang kemarin di NTT di harga Rp9.950, naik menjadi Rp11.500 untuk kualitas medium. Itu yang menyebabkan harga beras naik,” terangnya.

Ia menambahkan, stok beras di NTT saat ini masih aman. Meski demikian, pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak dari luar khususnya Jawa Timur dan NTB, untuk memenuhi kuota di NTT. (*)