Daerah  

Bimtek SPP-TK Diharapkan Mampu Mendorong Transformasi Perpustakaan di Tingkat Desa

Bimtek yang dilaksanakan di hotel Swiss Bellcourt Kupang, sejak tanggal 22 Mei-25 Mei 2023 berjalan lancar, dan dihadiri oleh lebih dari 60 peserta.

Acara penutupan Bimtek SPP-TK yang dihadiri oleh Kepala Bidang Layanan dan Pembinaan Perpustakaan Dollyres Chandra dan Pustakawan Ahli Pertama Perpustakaan Nasional Nelawati. (Foto: Ama Beding)

Kupang, KN – Perpustakaan Nasional menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Strategi Pengembangan Perpustakaan Teknologi dan Komunikasi (SPP-TK) Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial tahun 2023.

Bimtek yang dilaksanakan di hotel Swiss Bellcourt Kupang, sejak tanggal 22 Mei-25 Mei 2023 berjalan lancar, dan dihadiri oleh lebih dari 60 peserta.

Kepala Bidang Layanan dan Pembinaan Perpustakaan, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi NTT Dollyres Chandra dalam sambutannya mengatakan, perpustakaan memiliki kontribusi besar dalam membangun masyarakat berpengetahuan.

Perpustakaan menyediakan akses informasi, baik cetak ataupun digital, dan kegiatan-kegiatan pemberdayaan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial yang diluncurkan oleh Perpustakaan Nasional pada tahun 2019, menitikberatkan pada peningkatan kapasitas pengelola, dan peran serta masyarakat, agar mampu memahami kebutuhan masyarakat, untuk mewujudkan layanan perpustakaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Dollyres Chandra, saat acara penutupan Bimtek SPPTK, Kamis 25 Mei 2023.

Ia mengaku bersyukur ditempatkan di perpustakaan, karena mampu belajar dan berkembang di perpustakaan.

Dollyres menyebut, perpustakaan identik dengan tempat buangan, tapi ia mengajak semua perseta bimtek untuk merubah perpustakaan sebagai tempat kegiatan masyarakat.

“Oleh karena itu, kegiatan Bimtek SPP-TK yang telah berlangsung selama 4 hari ini, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan buat pengelola perpustakaan umum, baik di kabupaten maupun di desa, tentang strategi pengembangan perpustakaan berbasis inklusi sosial dengan memberdayakan teknologi informasi,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Surat Uskup Ruteng ke Jokowi Terkait Proyek Geothermal di Wae Sano Diprotes Warga

Dia juga berharap agar Bimtek SPP-TK bisa mendorong perpustakaan-perpustakaan desa, agar dapat bertransformasi menjadi perpustakaan yang mampu membantu masyarakat menjadi lebih sejahtera.

Tujuan ini bisa tercapai melalui strategi peningkatan layanan informasi, pelibatan masyarakat dan advokasi untuk mendapat dukungan perpustakaan yang berkelanjutan, sehingga mendorong tercapainya tujuan program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial, yang berkontribusi dalam memperbaiki kesejahteraan untuk Indonesia maju.

Sementara dalam press realese yang diterima Koranntt.com disebutkan, Bimtek ini didesain untuk memperkuat kemampuan pengelola perpustakaan dalam mengevaluasi pilihan kebijakan dan implementasi kebijakan program TPBIS secara efektif.

Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial adalah implementasi paradigma perpustakaan yang terbaru, yaitu fokus kepada Knowledge Transfer.

Perpustakaan yang telah melaksanakan Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial dengan stimulan yang bersumber dari APBN melalui Perpustakaan Nasional RI hingga tahun 2022 yaitu sejumlah 33 perpustakaan provinsi, 296 perpustakaan kabupaten/kota, dan 1.696 perpustakaan desa/kelurahan.

Sampai dengan  Februari 2023, TPBIS telah direplikasi di lebih dari 1.205 desa di 26 provinsi dengan sumber anggaran APBD dan/atau sumber lain.

Tahun 2023 ini, 450 perpustakaan desa/kelurahan dari 136 kabupaten/kota di 33 provinsi telah ditetapkan menjadi penerima manfaat program TPBIS. (*)