Ia mengaku bersyukur ditempatkan di perpustakaan, karena mampu belajar dan berkembang di perpustakaan.

Dollyres menyebut, perpustakaan identik dengan tempat buangan, tapi ia mengajak semua perseta bimtek untuk merubah perpustakaan sebagai tempat kegiatan masyarakat.

“Oleh karena itu, kegiatan Bimtek SPP-TK yang telah berlangsung selama 4 hari ini, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan buat pengelola perpustakaan umum, baik di kabupaten maupun di desa, tentang strategi pengembangan perpustakaan berbasis inklusi sosial dengan memberdayakan teknologi informasi,” ungkapnya.

Dia juga berharap agar Bimtek SPP-TK bisa mendorong perpustakaan-perpustakaan desa, agar dapat bertransformasi menjadi perpustakaan yang mampu membantu masyarakat menjadi lebih sejahtera.

Tujuan ini bisa tercapai melalui strategi peningkatan layanan informasi, pelibatan masyarakat dan advokasi untuk mendapat dukungan perpustakaan yang berkelanjutan, sehingga mendorong tercapainya tujuan program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial, yang berkontribusi dalam memperbaiki kesejahteraan untuk Indonesia maju.