“Hari ini kami mencoba untuk mengangkat kembali budaya Ndao, sehingga bisa dilestarikan oleh anak cucu nanti yang lahir di kota, lahir di Kupang, yang tidak pernah tahu tentang budaya Ndao, supaya ini menjadi sebuah kazanah, yang tidak boleh dilupakan,” ujar Dr. Daud kepada wartawan usai acara peminangan Pdt. Ishak Dehan dan Pdt. Elen Lusi, Senin 22 Mei 2023.

Menurutnya, tahapan adat yang dilaksanakan oleh kedua belah pihak, sebenarnya mengalami sedikit modifikasi, namun tidak berbeda jauh dengan adat dan budaya asli orang Ndao.

Prosesi peminangan menggunakan adat Ndao terdiri dari beberapa tahapan yang dilaksanakan sebelum, maupun saat peminangan berlangsung. Saat acara peminangan, keluarga pria dijemput oleh keluarga wanita, bukan seorang jubir.

Keluarga pria kemudian dibawa menggunakan tarian ke dalam sebuah ruangan, untuk disuguhi Sirih dan Pinang, makanan khas orang timur Indonesia.

“Nanti di antara mereka, ada seorang ibu yang akan menyampaikan bahwa, mereka hadir di sini, karena mereka mendapat kabar dari anak laki-laki mereka, bahwa di sini ada seorang wanita yang menjadi idaman dalam hidupnya, sehingga ia hadir bersama keluarga untuk meminang,” ungkapnya.