Daerah  

GMMI Siap Gelar Sidang Raya Sinode, Dihadiri Menteri Agama dan 55 Gereja Lokal

Tersebar di daratan Timor, maupun di Pulau Sabu, Rote, Sumba, Bali dan Kalimantan Barat.

Pengurus Sinode GMMI dan Panitia Pelaksanaan Sidang Raya Sinode. Dari Kiri ke Kanan: Sekretaris Sinode GMMI, Pdt. Ridon Bire, S.IP, Ketua Sinode GMMI, Pdt. Gatsper A. Hawu Lado, M.Th, Wakil Ketua Sinode GMMI, Pdt. Lodwik Rihi, S.Th, Ketua Panitia Sidang Raya Sinode GMMI, Pdt. Istin Hastuti, S.Th, dan Sementara Sekretaris Panitia Sidang Raya Sinode GMMI, Marthen A. Lenggu. (Foto: Ama Beding)

Kupang, KN – Sinode Gereja Masehi Musafir Indonesia (GMMI) bakal mengadakan Sidang Raya ke VIII Tahun 2023 di GMMI Jemaat Baitesda, Kelurahan Namosain, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sidang dengan agenda pemilihan majelis dan pengurus Sinode GMMI ini akan berlangsung selama lima hari, yaitu sejak tanggal 8 hingga 12 Mei 2023 mendatang.

Sidang itu digelar dengan mengusung tema “Presensia GMMI di Tengah Kebinekaan, dengan sub tema “Bergerak dan Bertransformasi Membangun Pelayanan Gereja yang Holistik”.

Ketua Panitia Sidang Raya Sinode GMMI, Pdt. Istin Hastuti, S.Th mengatakan, sidang raya sinode GMMI tahun 2023 bakal dihadiri Menteri Agama, Dirjen Kementrian Agama, Ketua PGI Pusat, serta sejumlah gereja sahabat yang tersebar di Kota Kupang.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat bersama Penjabat Walikota Kupang, George Melkianus Hadjoh pun dikabarkan hadir mengikuti kegiatan yang akan dibuka oleh Menteri Agama Republik Indonesia ini.

Menurut Pdt. Istin, tujuan dari sidang raya sinode ini adalah untuk mewujudkan persatuan dan persekutuan pelayanan para unsur pimpinan GMMI, serta musyawarah mufakat terkait hal-hal strategis terhadap Gereja Masehi Musafir Indonesia.

“Selain itu sidang raya ini untuk mengevaluasi kinerja pelayanan GMMI, serta membubarkan dan memilih majelis sinode yang baru,” ujar Pdt. Istin kepada wartawan, Selasa 2 Mei 2023 sore.

Dia menjelaskan, kegiatan sidang raya diprediksi bakal diikuti oleh 55 gereja lokal, baik yang tersebar di daratan Timor, maupun di Pulau Sabu, Rote, Sumba, Bali dan Kalimantan Barat.

BACA JUGA:  Gubernur VBL Panen Jagung, Petani Untung Belasan Juta Rupiah Langsung Masuk Rekening Bank NTT

“Untuk kegiatan sidang sinode ini akan dihadiri sekitar 1000 orang, baik dari jemaat lokal, pejabat nasional maupun pejabat kita yang ada di Provinsi NTT dan Kota Kupang,” jelasnya.

“Kalau untuk pembukaan semua jemaat hadir. Tetapi dalam pelaksanaan sidang raya itu hanya dihadiri oleh pimpinan gereja yang ada di GMMI,” jelas Pdt. Istin menambahkan.

Sedangkan untuk persiapan sidang raya, kata Pdt. Istin, diperkirakan sudah mencapai 90 persen, karena semua sesi acara sudah dipersiapkan secara matang dan maksimal.

“Dari sisi persiapan mungkin bisa dikatakan sudah mencapai 90 persen,” pungkasnya.

Sementara Sekretaris Panitia Sidang Raya Sinode GMMI, Marthen A. Lenggu menjelaskan, tugas utamanya dalam sidang raya sinode adalah mempersiapkan dokumen yang akan dibahas dalam persidangan nanti.

“Tugas utama saya mempersiapkan hal-hal berkaitan dengan administrasi, dan tentu ini sudah disiapkan dengan baik, sehingga harapan kami dalam persidangan semua bisa berjalan dengan lancar,” ungkap Marthen Lenggu.

Dia menyampaikan terima kasih karena sejak ditetapkan sebagai tuan rumah sidang raya sinode pada tahun 2021 lalu, pihaknya sudah mendapat bantuan dari berbagai pihak untuk melakukan persiapan.

“Jadi sampai hari ini semua bisa jalan dengan baik, dan kami harap sampai tanggal 8 semuanya bisa terlaksana dengan lancar,” tandasnya. (*)

error: Content is protected !!