Meski begitu, mereka tak menyombongkan diri layaknya pejabat berdasi, berpenampilan necis, serakah nan korup. mereka tetap rendah hati dan saling berbagi seperti sedia kala. nelayan adalah masyarakat kolektif penuh kekeluargaan. Ada yang menabung untuk biaya pendidikan anaknya, membangun rumah, membeli perabotan rumah, juga kendaraan untuk keperluan mereka. Tentu mereka bukan pebisnis “serakah” yang rajin mengi-nvestasikan uang mereka untuk lebih kaya, seluruh pendapatan dari hasil panen rumput laut mereka gunakan untuk keperluan hidup dan menghidupi.

bayangkan, begitu bahagianya masyarakat nelayan-sekaligus petani rumput laut di Baranusa, kabupaten Alor. Mereka dapat memenuhi kebutuhan dasar hingga kebutuhan lainnya tanpa perlu diatur dengan kebijakan, sekalipun mereka juga paham kebijakan itu baik untuk kehidupan sosial mereka, mengatur hal yang perlu dan tidak, sebagai peta jalan untuk keberlanjutan hidup sosial bernegara, hari ini dan nanti. Tetapi seberapa pentingnya sebuah kebijakan kala mereka paham dan dengan sadar mengatur, mengelola, memanfaatkan sumberdaya alam yang ada? toh, bertahun-tahun beraktifitas di Pulau Batang, mereka juga aktif menjaga ekosistem laut dari segala kemungkinan yang mengancamnya, tentu dengan cara mereka sendiri.