Rumput laut menjadi salah satu sumber pendapatan utama bagi masyarakat Baranusa, kabupaten Alor selain ikan dan kekayaan laut lainnya. selain karena proses budi dayanya yang tidak rumit dan tidak perlu keterampilan khusus, cukup telaten saja, ia juga menjanjikan karena menjadi salah satu komoditas laut yang laris di pasar dunia. sebagai bahan baku untuk produksi komoditas lainnya seperti tepung/terigu, make-up kecantikan, dst, sudah tentu memikat para investor. masyarakat Baranusa tidak memiliki pengetahuan sejauh itu, apalagi memaksakan diri untuk mempelajari segala hal tentangnya, buang-buang waktu. Bagi mereka, menyediakan tali, mengenyam, mengumpulkan patok, memasang bibit dan bergotong royong melepaskan di area budidaya secara bersama adalah pekerjaan paling asik nan seru, apalagi hasilnya yang begitu menjanjikan.

Meski belum pernah menyaksikan langsung, tetapi cerita mereka tentang hasil panen yang begitu menguntungkan membuat saya menelan ludah, sangat tergiur, ingin rasanya segera pulang dan membangun hidup penuh arti plus menguntungkan itu. Maret-april 2022 adalah bulan keberuntungan hampir bagi seluruh masyarakat Baranusa, semua orang menikmati hasil panen mereka. Bahkan beberapa kali anak-anak mudah (lulusan SMS, ada juga yang masih SMA) berkisah, di bulan-bulan itu, untuk memperoleh uang 1-5 juta tanpa meminta kepada orang tua, mereka cukup ikut memungut patahan rumput laut, menjemur lalu menjualnya saja, sudah bisa ajak pacarnya makan, belanja dan bersenang-senang tanpa membebani orang tua mereka. mendengar kisah mereka, magnet untuk pulang semakin kuat rasanya.