Marthen Dira Tome menambahkan, saat bertemu Bupati Sabu Raijua Nikodemus Rihi Heke, dirinya mendapatkan penjelasan bahwa pemerintah tidak memiliki biaya untuk mengelola aset yang ada. Untuk itu, dirinya menawarkan agar jika diijinkan, dia akan mendatangkan investor ke Sabu Raijua untuk mengelola semua aset yang ada tanpa bantuan dana dari pemerintah. Marthen Dira Tome tetap memiliki mimpi bahwa apa yang telah dia kerjakan akan tetap diperjuangkan sekalipun kuasa tak lagi dia miliki. Dia secara tegas mengatakan tidak akan berhenti hanya karena lelah semata. Dia akan berhenti membangun ketika dia sudah selesai mewujudkan mimpinya.

“Bupati meminta saya untuk membuat surat dan saat itu juga kita bikin surat yang mana meminta ijin supaya saya bisa mendatangkan investor untuk mengelola, pabrik rumput laut, pabrik AMDK, pabrik garam dan tambak garam. Dan pemerintah telah menjawab surat kita. Saat itu juga saya menghubungi beberapa orang investor dan kami sudah turun langsung ke Sabu. Kita tinggal menunggu surat dari para investor untuk kita bertemu lagi dengan Bupati bagimana skema pengelolaan asset dan kita buat MOU,” pungkas Marthen Dira Tome. (jrg/kn)