Marthen Dira Tome mengatakan, sebelum dirinya keluar dari Lapas Porong Sidoarjo, dirinya telah mendengar berbagai informasi terkait semua aset yang telah di bangun selama dia memimpin Sabu Raijua. Banyak cerita dan kisah yang disampaikan kepada dirinya setelah bebas. Namun dia tidak lekas percaya. Marthen Dira Tome kemudian turun ke Sabu Raijua untuk mengecek langsung kondisi di lapangan. Marthen Dira Tome sadar bahwa membangun Sabu Raijua membutuhkan kolaborasi dan Kerjasama lintas elemen agar mimpi besar menjadikan Sabu Raijua yang maju dan bermartabat bisa dipenuhi.
“Saya kemudian menguji cerita-cerita yang saya dengar. Sebab bisa saja itu hanya karang-karang. Kita tidak boleh tipis telinga sebab ada orang yang bertampik sorak jika kita salah melangkah. Ada banyak orang yang berpikir bahwa ketika saya tiba di Sabu nanti akan membuat masalah atau persoalan. Saya tidak punya konsep itu atau saya tidak pernah berpikir demikian sebab yang saya pikir adalah nasib rakyat yang dulunya sudah melihat cahaya masa depan kemudian redup lagi dimana mereka yang dulunya sudah ada lapangan kerja di tambak garam kemudian hilang. Saya Kembali ke Sabu Raijua dengan raca cinta yang sama terhadap daerah itu. Saya ingin merajut Kembali mimpi yang sempat terputus walaupun dalam kapasitas yang berbeda,” kata mantan bupati yang akrab disapa MDT itu.





Tinggalkan Balasan