Lebih jauh, konsultan Humas Bank NTT ini pun memberi masukan agar nantinya pihak pemerintah desa harus memastikan keberlanjutan dari usaha-usaha tersebut.

Seusai panen, maka harus memastikan benih yang baru dan juga manajemen keuangannya agar ditata secara baik. Karena itu BUMDES mesti diaktifkan sehingga merekalah yang akan bertanggungjawab terhadap keberlanjutan program dengan manajemen keuangan yang transparan. Bahkan hal yang sama di sentra produksi cabe, yang menjadi holtikultura andalan dari Anakalang selain tanaman lainnya.

Sementara Reinhard Djo pun memberi masukan mengenai sentuhan digitalisasi dalam setiap transaksi, karena Bank NTT sudah menyediakannya. “Kolam ikan ikan ini bisa disulap menjadi sebuah destinasi wisata. Siapa yang masuk, membayar karcis, lalu mereka memancing dan dihitung berapa per kilogram. Kami dari Bank NTT siap mendukung dengan fasilitas-fasilitas dan layanan digital maupun elektronik sehingga tidak ada uang tunai disini, uangnya lebih aman karena langsung masuk ke rekening,” tegas Reinhard sembari menambahkan, cabe adalah komoditi yang selalu dibutuhkan karena itu pemerintah desa diharapkan menjamin keberlanjutan masa tanamnya agar mengantisipasi kelangkaan produk di pasar yang berimbas pada terjadinya inflasi.