Ternyata dia memilih cabe karena sudah tiga tahun ini, mempraktekkan bagaimana cara menanam dan dia sudah mendapatkan keuntungan dari tanaman ini.
Dia mengajak juri menuju ke lahan miliknya, berukuran hampir setengah hektar yang dipadati tanaman cabe siap panen. Dengan harga Rp50.000/Kg, setiap minggu mereka mendapat keuntungan dari hasil panen yang melimpah.
Lokasi berikutnya, adalah Kelompok Tenun Kalunga Pauma Yaga yang artinya tunas yang baru muncul. Kelompok yang baru mulai aktif sejak Januari ini dipimpin mama Mariana Rambu Jola. Disini ada dua penenun, dengan motif khas Sumba Tengah. Para penenun setiap empat hari memproduksi selembar kain seharga Rp 700.000.
Banyaknya kemajuan yang sudah dicapai oleh Kepala Desa Anakalang bersama warganya ini mendapat apresiasi dari juri Festival Desa Binaan Bank NTT, Stenly Boymau. Menurutnya, warga sudah bekerja dengan sangat serius, hingga menghasilkan capaian-capaian yang spektakuler.
“Agustus kemarin saya kesini, dan saat itu kita disuguhi data-data serta mimpi. Namun hari ini mereka memberi bukti, bahwa kerja keras itu sudah membuahkan hasil. Sudah ada kolam ikan berisi ribuan ekor ikan siap panen. Bahkan seluruhnya untuk memenuhi kebutuhan ikan warga desa khususnya anak-anak balita. Kita tau bahwa ikan sangat baik bagi anak-anak pada golden age,” tegas Stenly.





Tinggalkan Balasan