Dia optimis jika berkolaborasi dengan semua sumberdaya yang ada, dengan pola multihelix yakni melibatkan semua seperti akademisi, asuransi, perbankan, lembaga penjaminan, dan sebagainya, bahkan pihak-pihak lainnya yang mempunyai stimulus kebijakan dalam ekosistem akan mampu memberikan daya dorong yang kuat untuk membangun dan mengakselerasi ketahanan pangan berbasis komoditi unggulan di NTT.
Alex pun menjelaskan alasan hadirnya aplikasi B’Pung Petani. Pihaknya mengidentifikasi bahwa krisis terjadi ketika ketiadaan akses sehingga dibuatlah aplikasi B’Pung Petani untuk nantinya tenaga-tenaga PPL Pertanian menginput data setelah diverifikasi by name by adress, lahan yang digarap, kemudian varian yang ditanam.
“Dengan data yang valid itu pada akhirnya dapat memacu dan memicu produktivitas yang juga pada manfaat ekonomisnya mendekatkan masyarakat untuk memiliki daya beli yang kuat. Sehingga dengan mengkonsumsi bahan-bahan pangan lokal yang bergizi dan tidak kalah dari bahan-bahan atau keutuhan pangan dari luar. Dengan aplikasi ini bisa memberikan informasi-informasi kepada pemerintah bagaimana mengendalikan inflasi. Serta kita bisa identifikasi daerah mana yang over produksi dan mana yang devisit,” tambahnya.





Tinggalkan Balasan