Dirut Alex Beberkan Peran Besar Bank NTT dalam B’Pung Petani
Dirut Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho menjelaskan bahwa krisis pangan ini bukan baru pertama kali di dunia dan Indonesia oleh karena itu guna menyikapi krisis pangan tentu kita berangkat dari babagaimana membangun ketahanan pangan di NTT.
“Bahwa memang untuk komoditi tertentu, beras, saat ini Indonesia dalam posisi swasembada namun dalam keseharian dalam keperluan pangan, orang tidak hanya makan beras. Ada komoditi lainnya. Tentu menjadi sesuatu yang dibutuhkan ,” jelas Alex.
Krisis terjadi ketika permintaan pasar tinggi, sedangkan kerersediaan sedikit. Sehingga inflasi terjadi. Cabe rata-rata didatangkan dari Jawa, Bali dan NTB ke NTT. Karena itu langkah cepat yang harus dilakukan yakni memastikan ketahanan pangan. Didukung aspek keterjangkauan distribusi pangan.
“Inilah yang menyebabkan inflasi menjadi tinggi. Oleh karena itu Bank NTT sebagai agen of development harus ada di seluruh aspek ini. Bagaimana mendukung pemerintah dalam ketersediaan pangan. Oleh karena itu dalam ekosistem pembiayaan baik dalam komoditi jagung dan sebagainya. Kita mendesain skim dengan me-reenginering dan me-refocusing serta merevitalisasi unit kerja kita sehingga antara skim produk dan unit kerja kita itu ada keselarasan untuk memberikan akses yang mudah, murah dan cepat,” tambah Alex lagi.





Tinggalkan Balasan