Anggota DPRD Kabupaten Kupang Hengky Loden menyatakan, hampir setiap hari warga Kelurahan Sulamu selalu mengeluh terkait harga Rumput Laut yang anjlok akibat pemberlakuan Pergub tersebut.
“Petani sekarang merasa bahwa mereka tidak bisa menghidupi keluarga, karena mereka juga berpikir untuk mencicil angsuran di Bank. Mereka sekarang tekendala biaya,” ujarnya.
Sebagai anggota DPRD yang mewakili masyarakat Kabupaten Kapang, khususnya masyarakat budi daya Rumput Laut di Sulamu, Hengky menilai Pergub yang dikeluarkan oleh Gubernur NTT sangat membelenggu masyarakat.
“Kami berharap agar harga Rumput Laut harus kembali ke harga Rp38.000. Jika tidak, saya menganggap bahwa ada dugaan mafia dagang yang diatur oleh 3 perusahaan ini. Jangan sampai 3 perusahan ini memanfaatkan Pak Gubernur. Sehingga dinas tidak sosialsiasi secara baik kepada masyarakat,” tandasnya. (*)





Tinggalkan Balasan