Ini hanya sebuah catatan ringan untuk lebih memahami dan menghayati apa arti kepemimpinan yang sesungguhnya yang sedang dilakonkan oleh Gubernur VBL bersama timnya. Karena ke depan, kepemimpinan moderen dihadapkan pada konteks dan tantangan yang lebih dinamis. Namun kinerja pemimpin tetap menjadi denyut nadi; maju-munudur, hidup-mati institusi yang dipimpinnya. Seperti kata Napoleon, a leader is a dealer in hope. Pemimpin moderen harus mampu mendorong orang-orang yang dipimpinya untuk menciptakan tujuan, memperkuat kohesi sosial, menyediakan tatanan sekaligus memobilisasi kerja kolektif secara produktif dan efektif untuk mengeluarkan masyarakat NTT dari belenggu kemiskinan termasuk kemiskinan ekstrim.
Kita sungguh menyadari tak ada pemimpin yang sempurna dan sejarah telah menjadi laboratorium yang tidak sempurna. Angin dan badai selalu mengarungi nasib pemimpin. Mereka terbukti menjadi sosok pemimpin yang dirindukan bukan semata-mata karena jabatan, melainkan lebih pada apa yang telah mereka lakukan atau kerjakan.
Pepatah Latin mengatakan, “Tum Spiro, Spero.” Yang berarti: “Selama Kita Bernafas, Kita Berusaha.” Karena itu, buanglah kata menyerah atau berputus asa dalam hidup ini. Hidup ini sangat berarti. Teruslah berkarya dengan hal-hal kecil tapi dampaknya sangat besar bagi kemaslahatan banyak orang. Karena kita adalah manusia, makhluk yang luar biasa. Bekerja dan berjuanglah sampai nafas terakhir.
Perubahan itu ada di depan mata kita. Hanya orang yang memiliki niat dan semangat untuk berubah akan hidup dengan penuh suka cita.
Di ujung tulisan ini seseorang mengirim pesan WhatsApp, “mata terindah adalah yang selalu melihat kebaikan orang lain dalam hidup kita.” (*)







Tinggalkan Balasan