Karena itu, dalam kaca mata psikologi, Psikolog Muzafer Sherif dan Carl Hovland mengatakan : sepanjang orang masih mempertanyakan “apakah ada yang salah pada diri kita” tidak mungkin akan ada tenaga untuk berubah. Karena, energi kita akan terkuras habis untuk menutup mata dan membela egonya. Belum lagi individu biasanya memang sudah disibukan dengan aktivitas-aktivitas business as usual, yang sudah menjadi kebiasaan bertahun-tahun. Individu perlu masuk kesituasi the latitude of acceptance; di mana pemahaman diri atau mawas diri individu sudah mencapai titik optimal. Dengan kata lain, individu dan masyarakat atau para ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi NTT, harus merasa ok dulu untuk berubah, baru bisa bergerak.
Setiap orang termasuk Gubernur VBL yang menginisiasi perubahan di daerah ini; tidak bisa hanya meneriakan ajakan untuk berubah. Diperlukan langkah-langkah strategis dan konkrit yang luar biasa, bila kita ingin mencapai hasil yang berbeda atas nama perubahan. Bila tidak demikian, sulit rasanya mencapai kesuksesan karena manusia pada dasarnya akan merekam reaksi-reaksi sukses yang pernah dilakukannya untuk mengulang kembali kesuksesan yang pernah dikerjakan.





Tinggalkan Balasan