Setiap orang termasuk Gubernur VBL yang menginisiasi perubahan di daerah ini; tidak bisa hanya meneriakan ajakan untuk berubah. Diperlukan langkah-langkah strategis dan konkrit yang luar biasa, bila kita ingin mencapai hasil yang berbeda atas nama perubahan. Bila tidak demikian, sulit rasanya mencapai kesuksesan karena manusia pada dasarnya akan merekam reaksi-reaksi sukses yang pernah dilakukannya untuk mengulang kembali kesuksesan yang pernah dikerjakan.
Perubahan kebiasaan, apalagi mindset, memerlukan strategi yang cermat dan cerdas untuk mendapatkan keterlibatan massal. Langkah-langkah perubahan kecil perlu diamati, disadari, dan diapresiasi. Bila tidak semuanya akan kembali menuju titik nol. Kita perlu menanamkan dalam keyakinan bahwa perubahan bukan konversi. Perubahan tidak mungkin dicapai dengan satu pukulan atau satu tindakan saja. Karenaitu, ada hal yang sangat menarik yakni setiap kali melihat ada sampah, pasti Gubernur VBL langsung memungutnya. Sekali lagi ingin ditegaskan bahwa Gubernur VBL tidak hanya berkata-kata tetapi mampu dan sanggup memberi contoh atau keteladanan. Kata orang, “satu tindakan menggantikan ribuan kata-kata.”
Selanjutnya kita bertanya apa sesungguhnya yang diinginkan dan diharapkan oleh Gubernur VBL dalam memimpin daerah ini? Seorang pemimpin membutuhkan dukungan dan memerlukan kerja sama, koordinasi, disiplin dan saling menghargai secara tulus di antara orang-orang yang dipimpinnya. Dalam ilmu kepemimpinan (leadership) dikenal dua tipikal yakni tipikal transaksional dan tipikal transformatif.
Tipikal kepemimpinan transaksional mengutamakan maksimalisasi keuntungan dalam setiap keputusan atau kebijakannya. Pemimpin transaksional menggunakan konstituen karena ada sesuatu dan untuk mendapatkan sesuatu, terutama keuntungan nominal.
Sebaliknya pemimpin transformatif bergandengan erat, memotivasi, membantu, menggerakan passion masyarakat atau orang-orang yang dipimpinnya untuk menciptakan sekaligus mencapai tujuan bersama yang terbaik. Pemimpin transformatif mampu membuat kebijakan yang sulit serta berani mengambil risiko.







Tinggalkan Balasan