Diharapkan suatu saat, masyarakat bisa cerdas dan mandiri, serta bisa berhubungan langsung dengan industri perbankan untuk mengakses keuangan.
“Saya harapkan momentum seperti ini menjadi kebiasaan kita. Ke mana saja, kita ajarkan rakyat bahwa ada pola kerja sama, nanti ambil (modal) di perbankan,” kata Laiskodat.
Gubernur mengingatkan agar sosialisasi terkait akses permodalan kepada masyarakat harus dilakukan dengan benar.
Hal ini perlu dilakukan agar tidak terjadi distorsi informasi yang mendiskreditkan pemerintah dan perbankan, bahwa seolah-olah pemerintah dan perbankan ingin mengambil untung dari pola kerja sama tersebut.
“Kerja besar bukan hanya membangun peternakan saja, tetapi bagaimana kita membangun cara berpikir masyarakat untuk membangun kesejahteraan di kelompok dan desa mereka,” tandas Laiskodat.
Direktur Utama Bank NTT Harry Alexander Riwu Kaho mengatakan, dibutuhkan konsistensi dalam pengembangan aliansi sinergitas ekosistem pembiayaan, untuk mencapai Visi NTT Bangkit Menuju Masyarakat Sejahtera dalam bingkai NKRI.





Tinggalkan Balasan