Karena itu, Bank NTT telah bekerja sama dengan pemerintah Kabupaten/Kota untuk membuka aksesibilitas modal usaha hingga ke tingkat desa.
“Secara internal, Bank NTT merupakan satu-satunya lembaga di NTT, yang empat hari dalam seminggu menggunakan tenun. Jadi hari selasa kita menggunakan kain sarung dan aksesoris lainnya, rabu motif, kamis juga motif, jumat kembali menggunakan sarung dan aksesoris,” jelas Dirut Bank NTT.
Ia berharap, mudah-mudahan cara memperkenalkan dan mempromosikan kain tenun serta motif NTT ini, bisa menginspirasi dan diikuti oleh instansi lain di Provinsi NTT.
Sementara itu, Ketua Dekranasda Manggarai Meldayanti Hagur Nabit mengatakan, tenun memberikan harapan yang luar biasa untuk masyarakat pencinta fashion.
Ia menjelaskan, Dekranasda Manggarai saat ini sedang melakukan penelitian dan penelusuran untuk setiap arti dari motif tenunan khas Manggarai.
“Sehingga setiap orang pakai tenun, yang dia pakai itu adalah maha karya, karena di setiap motif ada narasi dan ceritanya. Tidak serta merta narasi itu ada, tapi itu warisan dari leluhur kita. Bagi kami tenun itu bagian dari kehidupan kami setiap hari,” kata Meldayanti Hagur Nabit.





Tinggalkan Balasan