“Jadi kita harapkan Duta Jamu dan Kosmetik bisa menjadi kader – kader BPOM kedepan, untuk mengedukasi masyarakat secara baik,” pungkasnya.

Koordinator Informasi dan komunikasi BPOM Kupang, Frama El Lefiyana Pollo, menjelaskan, pihaknya menyelenggarakan giat tersebut dengan menyasar generasi milenial, seperti para siswa SMA dan mahasiswa perguruan tinggi.

“Bimbingan teknis dalam rangka pemilihan Duta Kosmetik dan Jamu aman ini, secara khusus kami sasar para milenial, seperti anak SMA dan mahasiswa. Karena mereka memiliki potensi sebagai edukator untuk masyarakat memilih dan menggunakan kosmetik dan jamu yang aman,” jelasnya.

“Karena kosmetik dan jamu yang tidak aman pasti sangat bahaya bagi kesehatan. Maka hari ini kami lengkapi dengan materi yang berkaitan dengan kosmetik dan jamu yang aman,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga meningkatkan public speaking bagi para peserta, sebagai bekal utama untuk menjadi duta BPOM dalam mnyampaikan minimal kepada komunitas mereka di SMA, Kampus maupun keluarga dan masyarakat sekitar.