Kepala BPOM Kupang, Tamran Ismail, dalam sambutanya saat membuka kegiatan bimbingan teknis mengatakan, program yang dilaksanakan merupakan upaya BPOM untuk menekan peredaran produk kosmetik dan jamu yang diproduksi tidak sesuai standar mutu.
“Jadi peserta mengikuti kegiatan ini akan menjadi kader-kader BPOM kedepan, untuk mengedukasi masyarakat Kota Kupang, dalam memilih obat dan produk yang aman untuk dikonsumsi,” jelasnya.
Menurut Tamran Ismail, saat ini banyak sekali produk obat-obatan mengandung bahan kimia, yang beredar luas, sehingga tidak aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat.
“Karena jamu itu harus murni dari bahan alami. Tetapi banyak iklan yang menayangkan minum obat tradisional langsung sembuh. Kalau begitu berarti mereka sudah menambahkan bahan kimia didalamnya,” terangnya.
Melalui acara Pemilihan Duta Jamu-Kosmetik Aman ini diharapkan bisa meningkatkan peran aktif para peserta untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang kosmetik dan obat-obatan yang ilegal atau tanpa izin edar dan palsu.





Tinggalkan Balasan