“Sampai kemarin 13 Juni 2022, produk dalam negeri yang tayang di e-katalog dan transaksinya telah mampu menyaingi produk impor untuk pertama kalinya. Kementerian, Lembaga, Pemerintah Daerah dan BUMN juga telah berkomitmen  agar belanja produk dalam negeri sebesar 720, 88 triliun rupiah. Realisasi belanja produk dalam negeri telah 180,72 triliun atau 45,18 persen dari target 400 triliun rupiah,” jelas Muhammad Yusuf Ateh.

Wagub NTT, Josef Nae Soi yang ditemui usai kegiatan tersebut menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi NTT untuk melaksanakan instruksi dari Presiden Jokowi.

“Pemerintah Provinsi dan pemerintah kabupaten/kota se-NTT siap melaksanakan instruksi presiden dengan segera untuk pemanfaatan  produk lokal ini. Terkait e-katalog lokal, saya minta kepada pemerintah kabupaten/kota untuk segera mengadakannya. Tidak ada alasan lagi, bulan depan e-katalog lokal harus sudah jadi. Saya akan kontrol betul terkait hal ini. Kita sudah dengar arahan dari bapak presiden tentang sanksi tegas pada pemerintah daerah yang belum laksanakan ini. Saya kira pemerintah provinsi  dan kabupaten/kota se-NTT tidak akan bandel, hanya ada mekanisme yang harus dipercepat,” jelas Wagub Nae Soi.