Bupati Kupang, Korinus Masneno mengatakan Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi para siswa untuk mengembangkan seluruh potensi literasi yang dimiliki. Secara praktis, mereka akan dilatih  bagaimana teknik menulis yang baik, bagaimana cara penulisannya harus menarik serta bagaimana tulisan para siswa mampu memenuhi unsur – unsur sebuah tulisan inspiratif, fiksi maupun non-fiksi.

“Ini merupakan media pembelajaran yang sangat efektif. Untuk itu kegiatan ini akan kami replikasikan dalam program pendidikan kita. Melalui program replikasi ini, ke depan generasi muda di kab. Kupang akan memiliki kemampuan dalam berinteraksi dengan perkembangan literasi, terutama literasi digital yang diminati kaum milenial”, ujar Bupati Korinus.

Tidak hanya itu, Masneno mengakui lewat literasi digital, para siswa akan lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi, semakin sadar dan cakap menangkal penyebaran hoax serta mereka akan dimudahkan dalam proses kegiatan belajar terutama untuk menghidupkan kemampuan literasi mereka menulis karya yang berbasis konten lokal.

Demi mengatasi berbagai persoalan dalam pengembangan literasi di Kabupaten Kupang, Bupati Kupang mengucapkan terima kasih kepada Bunda Baca NTT, Julie Sutrisno Laiskodat yang telah bekerja dengan tulus membantu serta memberi bantuan yang dibutuhkan untuk membangun literasi anak-anak di Kabupaten Kupang.

Serta kepada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi NTT atas perhatiannya dalam membangun kemajuan literasi di Kabupaten Kupang. “Kami berharap ke depan masih banyak yang perlu dikerjakan bersama untuk meningkatkan Indeks kegemaran membaca di Kabupaten Kupang,” tutupnya.

Duta Baca Indonesia Heri Hendrayana Haris alias Gol A Gong memberi apresiasi atas totalitas Bunda Julie sebagai Bunda Baca NTT dalam membangun gerakan literasi. Ia mengatakan kehadiran ke NTT atas permintaan Julie Sutrisno Laiskodat.

Dalam roadshow ke NTT, Heri hanya melakukan kunjungan literasi ke daratan Flores. Namun karena keinginan dan permintaan Bunda Julie, ia menyiapkan waktu ke kabupaten-Kabupaten di Pulau Daratan Timor. (*)