Hari ini kita kenal dan menyaksikan tradisi Leva Nuang dalam konsep kearifan lokal yang hidup, tetapi besok jika kita membiarkan Leva Nuang dikemas dalam cover Festival, maka hari setelah besok kita akan menyaksikan kepunahan tradisi Leva Nuang dalam diksi dahulu atau pernah.

Kita perlu menguliti secara terang benderang Festival Leva Nuang sebagai bentuk eksploitasi terhadap kearifan lokal budaya Leva Nuang yang sudah mentradisi. Ini adalah bentuk propaganda pemerintah yang sangat memungkinkan ada kepentingan tersirat yang diagendakan dalam kemasan diksi Festival.

Pemerintah harus jujur bahwa hal utama yang dibutuhkan oleh masyarakat adat Lamalera adalah infrastruktur jalan raya yang layak, pemenuhan kebutuhan air bersih, akses komunikasi dan jaringan internet, fasilitas dan tenaga kesehatan yang memadai, tenaga pendidik yang berkompeten dan bukan Festival yang kontradiktif dan berdampak negatif pada keberlangsungan tradisi Leva Nuang.

Sangat disayangkan, tradisi yang sudah menjadi keunikan masyarakat adat Lamalera pelan akan mengalami suatu perubahan yang berdampak langsung pada pola interaksi sosial budaya dari masyarakat adat Lamalera itu sendiri.