Transformasi komprehensif dari keseluruhan aspek produksi di industri melalui penggabungan teknologi digital dan internet dengan industri konvensional, telah banyak mengubah persepsi bahkan pola interaksi sosial suatu masyarakat terhadap kearifan lokal yang menjadi akar sebuah peradaban.
Mempertahankan eksistensi kearifan lokal di tengah perkembangan zaman adalah tantangan yang butuh sikap dan logika kritis, inisiatif dan inovatif. Butuh pendekatan-pendekatan persuasif lewat sosialisasi, edukasi dan pola interaksi yang humanis antar individu, individu dengan kelompok, dan juga kelompok dengan kelompok.
Kearifan lokal (Local Wisdom) pada era digitalisasi ini mengalami suatu persoalan yang jika tidak ditanggapi dengan serius, maka di kemudian hari kearifan lokal akan tergerus atau punah oleh modernisasi yang terus berpacu dari waktu ke waktu.
Hal ini kemudian menjadi masalah sekaligus tantangan tersendiri bagi masyarakat adat Lamalera dan kearifan lokal Leva Nuang yang telah diwariskan secara turun temurun, sebagai sebuah kebenaran yang berkarakteristik yang menjadi ciri khas kehidupan sosial masyarakat adat di Kampung Lamalera.





Tinggalkan Balasan