Leva Nuang sudah berlangsung sekian lama dan telah diamini sebagai sesuatu yang mengikat, karena Leva Nuang sendiri adalah identitas peradaban masyarakat adat Lamalera yang sakral, mistis dan unik.

Festival Leva Nuang dalam perspektif kritis eksistensi dan keberlanjutan tradisi Leva Nuang, adalah senjata waktu modern yang dimanipulasi secara halus dengan tujuan membunuh secara pelan tradisi Leva Nuang lewat nalar dan logika instant.

Pemerintah sedang berusaha meninabobokan kesadaran masyarakat adat Lamalera akan pentingnya eksistensi warisan budaya leluhur. Caranya adalah mendoktrin akal sehat dengan senjata Festival Leva Nuang, berisikan amunisi nomina dan targetnya adalah kesejahteraan.

Kearifan lokal Leva Nuang yang lahir sebagai sesuatu yang identik dengan pola interaksi sosial maha luhur yang menjadi pedoman atau hal baik yang harus dijaga, dirawat dan tetap dijalankan dari generasi ke generasi masyarakat Lamalera, oleh pemerintah diusahakan berevolusi menjadi suatu pola hidup baru yang adaptif terhadap segala perubahan yang masuk dan berdampingan membentuk akulturasi budaya baru.