Masyarakat Lamalera adalah masyarakat primordial yang menjunjung tinggi sakralitas tradisi Leva Nuang sebagai kekuatan sekaligus pijakannya dalam hidup dan menghidupi setiap sisi kehidupan yang berjalan dari waktu ke waktu.

Sakralitas tradisi Leva Nuang telah mengkultur dari zaman leluhurnya dan bertahan sampai detik ini. Masyarakat adat Lamalera menjalankan tradisi Leva Nuang sebagai titipan leluhur yang diyakini memiliki kekuatan magis.

Ritual-ritual sebelum Leva nuang atau musim melaut ini berlangsung selama hampir seminggu yang dikemas dalam seremonial yang memadukan kekuatan alam, leluhur dan agama, sebagai wujud penghormatan, bakti, perdamaian dan pembersihan diri.

Lebih dari itu, seremonial Leva Nuang memiliki makna yang mendalam dalam pergolakan hidup dan matinya mereka di laut. Mereka memasrahkan diri dalam perlindungan alam, leluhur dan Tuhan, sekaligus permohonan berkat berlimpah akan hasil dari Leva nuang atau musim melaut.

Kontradiksi Festival Leva Nuang

I Ketut Gobyah mengatakan, kearifan lokal adalah suatu kebenaran yang telah mentradisi dalam suatu daerah. Kearifan lokal adalah perpaduan antara nilai-nilai suci firman Tuhan dan berbagai nilai yang ada.