Dengan demikian menjadi jelas bahwa kearifan lokal harus dijaga, dirawat dan diwariskan sebagai tradisi sakral karena menjadi roh dari tatanan sosial kehidupan masyarakat Lamalera, sebagai sesuatu yang dipercaya karena mempengaruhi kehidupan masyarakat Lamalera sebagai makhluk individu dan juga sebagai makhluk sosial dalam membangun peradaban di tengah kecemasan eksistensial dan realitas kemajemukan.

Rencana dinas pariwisata Kabupaten Lembata mengadakan festival Leva Nuang memicu polemik di antara kalangan pengguna media sosial. Pergunjingan mengerucut sampai pada diskusi-diskusi meja makan dalam keluarga.

Banyak argumen pro dan kontra mereduksi dalam ruang tanya tentang asas kegunaan Festival Leva Nuang yang sedianya akan terjadi dari tanggal 27 April-01 Mei, 2022. Padahal di tanggal-tanggal tersebut, masyarakat adat Lamalera sedang melakukan ritual Leva Nuang.

Sebuah kritik perlu diberikan untuk Pemerintah yang miskin pengetahuan tentang budaya, adat istiadat serta tradisi yang telah melambungkan nama Kabupaten Lembata ke berbagai belahan dunia. Pemerintah tidak memahami kompleksitas Leva Nuang dari paradigma sosial masyarakat Lamalera dalam konteks sakralitas, integritas dan eksistensinya.