“Tetapi pertanyaan selanjutnya, apa yang dijanjikan oleh televisi digital?. Idealnya, televisi menjalankan fungsi media massa secara maksimal,” pungkasnya.

Akademisi dan Dosen Unika Santu Paulus Ruteng, DR. Marselus Ruben Payong, M.Pd, menyampaikan pemerintah sudah menyiapkan infrastruktur, namun harus sejalan dengan tayangan televisi yang berkualitas.

Menurut Marselus, survei AC Nielsen menjelaskan masyarakat Indonesia masih meminati televisi. Akan tetapi, di tengah pandemi Covid-19, masyarakat harus mulai akrab dengan smartphone untuk menunjang aktivitas.

“Maka dengan proses migrasi ke digital, satu sisi menguntungkan kita semua serta menyiapkan kondisi yang positif untuk masuk ke era digital,” kata Payong.

Keuntungan migrasi dari televisi analog ke televisi digital akan menghemat pita frekuensi. Sebab, migrasi juga berdampak pada persiapan adopsi jaringan 5G di Indonesia, dan tentunya masyarakat bisa mendapatkan jaringan internet yang sangat cepat dengan teknologi 5G.

“Misalnya kita memacu masyarakat untuk mengembangkan ekonomi kreatif berbasis digital, maka kita harus mengikuti perkembangan itu. Nilai ekonomis Tv digital, masyarakat akan semakin berkreatifitas di era digital. Saya kira peralihan dari televisi analog ke digital tidak akan merugikan masyarakat,” ujarnya,” imbuhnya.