Ngonde holes: (jangan lambat berdiri, jangan malas bergerak/ menengok/ menoleh). Singkatnya Paci adalah sebuah cara untuk menemukan identitas sebagai manusia Manggarai.

Beberapa perlengkapan yang digunakan dalam tarian Caci/Danding seperti Panggal, Agang atau Tereng dan Nggiling. Panggal adalah salah satu perangkat Caci. Panggal berfungsi melindungi kepala pemain caci dari pukulan lawan agar tidak cedera berat.
Apa makna filosofi Panggal? Panggal terdiri atas lima sudut yang melambangkan simbol keyakinan orang Manggarai yakni rumah sebagai tempat tinggal/ perlindungan, kampung sebagai tempat persatuan, air sebagai sumber kehidupan, kebuh sebagai simbol kesejahteraan dan gerbang sebagai penjaga atau penjaga kampung.

Sementara Nggiling atau perisai yang berbentuk bulat itu merupakan lambang bumi. Nggiling berbahan dasar kulit kerbau. Bumi tempat tumbuh semua makluk hidup di muka bumi. Nggiling sebagai salah satu perangkat caci melambangkan seorang wanita atau ibu. Ibu mengandung dan melahirkan manusia. Ibu menyusui anak. Dari dalam tubuh ibu melahirkan banyak sumber daya manusia. Nggiling selain lambang bumi (kesuburan) juga sebagai lambang kesejahteraan, kedamaian.

Agang atau Tereng: Tereng berbentuk setengah lingkaran berbahan rotan atau kalau tidak ada rotan bambu pun bisa sebagai simbol laki-laki. Tugas laki-laki adalah melindungi, memberi nafkah anak, menuntun, mengarahkan keutuhan keluarga.
Wado (pecut). Wado berbahan dasar rotan dan ujung diikatkan dengan irisan larik terbuat dari kulit kerbau kering. Wado bermakna sebagai cu’a. Cu’a adalah kayu yang dipakai untuk menanam jagung atau padi atau tanaman apa saja. Ketika dipukulkan kepada lawan itu artinya menanam tanaman. Bila lawannya kena dan berdarah itu berarti subur atau panenan kita berlimpah.

Maka permainan caci biasanya dilakukan oleh orang Manggarai pada saat setelah panenan atau memasuki musim tanam berikutnya. Caci sebagai tarian ucapan syukur kepada Tuhan atas penenan yang berlimpah. Tutur Bapak PLIPUS UKUS orang yang berjiwa kebuayaan tarian Caci di Kampung Repok,Kecamatan Satarmese Barat,Kabupaten Manggarai. Nusa Tenggara Timur.