Berdansa ala Barat. Sekarang music DJ, reggae, rock dan jazz paling disukai oleh masing-masing generasi.Sehingga sampai sekarang banyak orang ataupun para remaja dan kalangan anak-anak menghilangkan lagu kebudayaannya sendiri. Misalnya dalam lagu sandang tarian caci yang dulunya terpopuler saat memulai giat acara caci.
Makna Filosofis Tarian Caci, Salah Satu Budaya Manggarai ORANG Manggarai, Flores, NTT adalah orang yang memiliki cita-cita. Dan cita-cita itu umumnya diungkapkan dalam motto yang tergambar dalam paci/pasi/rait. Paci, asal kata dari bahasa Manggarai yaitu Cipa dan Ci. Cipa berarti menangkis. Dan Ci berati uji (an). Paci berarti sebuah ekspresi (mengekspresikan diri) dalam exorcisme dari suatu tekanan/ pembebasan jiwa dari suatu pergulatan kehidupan.
Sementara kata Caci, asal kata dari bahasa Manggarai ci gici ca, yang berarti uji satu per satu, satu lawan satu. Orang Manggarai memang diciptakan menjadi petarung dan tidak menjadi pengecut. Paci/ pasi/ rait mengungkapkan visi kehidupan dalam mana orang Manggarai menyatakan muatan hidup/ gambaran kekuatan atau kualitas hidupnya yang terungkap secara simbolis atau metafora.
Melalui Paci/pasi/rait orang manggarai banyak-citanya citanya. Paci/pasi/rait berciri khas puitik (durit), cenderung dihubungkan dengan suku (uku) dan kampung halaman (beo). Seperti yang tercatat dalam Paci misalnya: Pangga Lance Reba Lante, Pangga Pa’ang Ata Ngara Tana (Ben S Galus), Néra Béang Léhang Tana Bombang, Palapa Cama Laki Toto Rani Nai, Jarot Labok Tana, Lalong Rombéng Kéor Kolé, Todo Lolo Bali (Mansyur), Wéwa Néra ata Wéla ( Frans Jelata). Orang Manggarai adalah orang yang mengungkapkan kualitas/ keberadaan hidupnya melalui bahasa metafora/ simbolis melalui paci. Paci menjadi cara mengada (mode of being), cara bereksistensi. Kemengadaan orang Manggarai terwujud dalam berbagai bentuk Paci. Pepatah Manggarai mengatakan ”Konem mese neho nian ata (pangkat mese, sekola mese), landing eme toe manga Paci, lebi di’a hia jadi mendi laing” (Sehebat apa pun seseorang bila tidak punya Paci, lebih baik jadi babu, Tutur Bapak PLIPUS UKUS.
Paci adalah ungkapan keabadian. Karena dalam Paci tergambar filosofi hidup, cita-cita hidup, visi misi tana (ata) Manggarai. Karena di tana Manggarai tidak ada yang abadi, kecuali tulisan paci itu sendiri. Kalau Descartes, filsuf Perancis, beraliran Rasionalisme, mengatakan ”Cogitio Ergo Sum”, yang berarti ”aku berpikir maka aku ada”, kita dapat mengubahnya menjadi ”Paci Ergo Sum”, yang berarti ”aku paci maka aku ada”. Orang Manggarai adalah orang yang memiliki harapan agar beraksi cepat dalam menunaikan sesuatu. Harapan ini diungkapkan dalam goet (bahasa sindiran, red): “neka mejeng hese, neka



Tinggalkan Balasan