Ia kemudian memaparkan tentang kondisi yang secara tidak langsung ikut memupuk bertambahnya jumlah kekerasan seksual di Manggarai. Salah satunya yakni budaya patriarki yang memberi kuasa lebih kepada kaum laki-laki.
“Budaya itu yang akhirnya perempuan menjadi sangat lemah, perempuan tidak bisa berbuat apa-apa dengan tindakan yang dilakukan oleh laki-laki. Seperti orang yang tidak berdaya dan budaya itu yang kadang kita pupuk sampai dengan saat ini,” jelasnya.
Selain itu kata dia, penanganan kasus dengan menggunakan perspektif yang masih mengarah pada pelaku dan bukan korban juga menjadi salah satu faktor pendukung adanya kasus kekerasan seksual.
“Selama ini begitu ada kasus kekerasan seksual fokus kita adalah kepada pelaku. Tidak ada yang pernah menanyakan bagaimana keadaan dari korban. Apakah dia baik-baik saja ataukah dia membutuhkan pertolongan? Apakah lingkungan yang sekarang itu cukup aman untuk dia?,” jelasnya.
Hal lain juga yang turut menyumbang bertambahnya kekerasan seksual di Manggarai yakni karena penyelesaian masalah yang kerap kali secara kekeluargaan adat Manggarai.



Tinggalkan Balasan