Dengan cara ini kita semua bisa membangun kurikulum pendidikan yang bersifat integral antara pendidikan intelektual dan pendidikan karakter. Kedua hal itu sama sekali tidak terpisahkan.

Jika itu bisa terjadi, harapan saya generasi Indonesia akan tetap cerdas, sekaligus memiliki karakter yang baik. (*)

Honing Alvianto Bana, Lahir di Kota Soe – Nusa Tenggara Timur. Ia saat ini sedang aktif di komunitas Embun Molo dan Pokja OAT Nausus.