“Istilahnya maintenance TKB2. Karena di mana-mana biasanya disampaikan bahwa merebut lebih mudah dari pada mempertahankan,” ucapnya.
Oleh karena itu, untuk menuju Bank Devisa, kerja sama antara dari berbagai direktorat akan ditingkatkan terutama dalam hal tata kelola kredit, operasional, dan GCG yang saat ini sudah cukup baik.
“Tata kelola GCG akan diperbaiki dan kami akan bekerja sama dengan BPKP Provinsi NTT sehingga berbagai SOP bisa dibenahi bersama. Ke depan berbagai tata kelola SOP baik di sisi bisnis maupun operasional ditata lebih baik lagi,” jelas Christofel Adoe.
Selain itu, dengan adanya POJK Nomor 12 dan 13 Tahun 2021, maka fokus utama adalah berkaitan dengan pengendalian resiko produk yang akan launching.
“Di bidang IT misalnya keamanan data dan kemananan dana nasabah harus dimitigasi dengan baik, baru OJK bisa kasi ijin untuk kita launching berbagai produk-produk kita,” tandasnya.
Menurut Direktur Kepatuhan Bank NTT Christofel Adoe, semua hal yang disebutkan itu akan dibenahi dengan baik demi mencapai Bank Devisa pada tahun 2023 mendatang.



Tinggalkan Balasan