Sementara Direktur Kredit Bank NTT Paulus Stefan Messakh menyampaikan, tahun 2021 Bank NTT mengalami pertumbuhan kredit di angka 3% lebih atau sebesar Rp426 Miliar.

Menurutnya, angka pertumbuhan kredit ini sudah sangat besar atau luar biasa, apalagi dalam situasi pandemi Covid-19.

“Kondisi kredit produktif kita ini masih wait and see dan juga dilihat dari sisi demand atau permintaan,” ujarnya.

Dalam kondisi pandemi, Bank NTT menerapkan persyaratan teknis yang menggunakan asas kehati-hatian. Hasilnya pertumbuhan kredit tahun ini tidak terlalu signifikan.

Untuk tahun 2021, pengurus Bank NTT sudah berkomitmen untuk tidak terlalu mengejar kredit yang besar. Pasalnya berkaca pada tahun-tahun yang telah lewat, pertumbuhan kredit Bank NTT memang besar, tapi kualitas kredit sangat buruk.

Bank NTT pun telah melakukan berbagai pembenahan sektor kredit, di antaranya pembenahan tata kelola manajemen resiko kredit yang lebih bagus lagi, penerapan manajemen resiko yang lebih hati-hati, proses manajemen resiko harus lebih baik lagi, dan yang terakhir adalah pengendalian resiko.