“Ini konsep yang kita bangun. Kita tetap ingin ekspansi, tetapi lebih hati-hati dengan melihat kondisi debitur kita,” ujar Stefan Messakh.
Ke depan, Bank NTT akan masuk ke sektor pembiayaan UMKM. Dari data yang ada, saat ini pembiayaan sektor UMKM sudah mencapai 22%. Targetnya pada tahun 2023 pembiayaan UMKM harus bisa mencapai 30%.
“Dalam RBB kita tahun 2022, langkah yang akan kita lakukan adalah bagaimana kita melakukan pembiayaan yang lebih ekspansif dan prudent dari sisi UMKM kita,” tegas Stefan Messakh.
Direktur Teknologi Informasi dan Operasional Bank NTT Hilarius Minggu menambahkan, ke depan ada regulasi-regulasi baru yang ditetapkan oleh Bank Indonesia terutama setralisasi laporan BI Fast.
“Kalau kemarin MTGS atau SKMBI itu prosesnya masih manual. Ke depan semuanya online dan biayanya juga akan berubah,” ucap Hilarius.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Kepatuhan Bank NTT Christofel S. M. Adoe menyampaikan, pihaknya telah berkomitmen untuk mempertahankan tingkat kesehatan bank agar tetap berada pada posisi Bank Sehat.



Tinggalkan Balasan