“Agar dana itu tidak disalahgunakan. Harus lihat potensi daerah wilayah setempat. Karena ada yang potensinya pada sektor pariwisata, pertanian, perikanan, peternakan dan perikebunan. Jadi setiap desa harus memberikan pemahaman yang bagus, sehingga mereka bisa tumbuh dengan dana yang ada,” jelasnya.

Dia menyebut, fokus pembangunan Pemerintah Kabupaten Kupang pada tahun 2022 mendatang, pihaknya tetap akan fokus pada program 5P yang sedang dijalankan oleh pemerintah.

“Kita tidak akan keluar dari program revolusi 5P, agar program ini bisa berjalan. Karena semua program tidak mungkin berjalan sekaligus. Minimal 5P itu ada satu atau dua program yang sukses,” tandasnya.

Untuk diketahui, selain program 5P, Pemkab Kupang juga akan fokus menekan angka stunting, karena hingga saat ini, masih 20 persen angka stunting yang ada di Kabupaten Kupang. “Ini yang harus kita tekan pada tahun 2022,” tandasnya. (*)