“Kita harus jujur bahwa, merebaknya COVID-19 membuat kita belum banyak yang kita buat kemarin. Karena pandemi ini begitu kencang. Jadi kita juga hati-hati,” terangnya.

Meski demikian, program revolusi 5P akan digalakan dan terus di dorong hingga ke pelosok desa, kecamatan maupun kabupaten, sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat. Selain itu, melalui dinas terkait, pemerintah juga memberikan sejumlah stimulun berupa bantuan.

“Jadi kita harap program revolusi 5P ini bisa berjalan dengan baik, untuk pemberdayaan masyarakat. Stimulun yang diberikan juga berupa bantuan alat pertanian, bibit, pupuk, alat tangkap, bibit ikan laut dan ikan tawar,” jelasnya.

Menurutnya, melalui dana desa di Kabupaten Kupang, Pemerintah Desa seharusnya tidak susah dalam melakukan pemberdayaan terhadap masyarakat. Karena anggaran untuk dana desa jumlahmya berada diatas Rp1 miliar rupiah.

“Karena dananya itu tidak kurang dari Rp1 miliar. Yang menjadi kendala, hanya Sumber Daya Manusia (SDM) dari kepala desa, bendahara, sekretaris dan aparat desa yang harus terus di dorong,” jelasnya.

Sehingga, melalui dana desa yang ada, dapat digunakan untuk kepentingan bagi kesejahteraan masyarakat, melalui pemberdayaan masyarakat, melalui potensi-potensi daerah yang dimiliki.

“Agar dana itu tidak disalahgunakan. Harus lihat potensi daerah wilayah setempat. Karena ada yang potensinya pada sektor pariwisata, pertanian, perikanan, peternakan dan perikebunan. Jadi setiap desa harus memberikan pemahaman yang bagus, sehingga mereka bisa tumbuh dengan dana yang ada,” jelasnya.

Dia menyebut, fokus pembangunan Pemerintah Kabupaten Kupang pada tahun 2022 mendatang, pihaknya tetap akan fokus pada program 5P yang sedang dijalankan oleh pemerintah.

“Kita tidak akan keluar dari program revolusi 5P, agar program ini bisa berjalan. Karena semua program tidak mungkin berjalan sekaligus. Minimal 5P itu ada satu atau dua program yang sukses,” tandasnya.

Untuk diketahui, selain program 5P, Pemkab Kupang juga akan fokus menekan angka stunting, karena hingga saat ini, masih 20 persen angka stunting yang ada di Kabupaten Kupang. “Ini yang harus kita tekan pada tahun 2022,” tandasnya. (*)