Yohanes Servatius menambahkan, salah satu isu krusial dewasa ini adalah perkawinan campur beda agama. Sejauh ini, baik Negara, Agama dan Adat belum benar-benar ramah terhadap perkawinan jenis ini yang menyebabkan banyak orang terpaksa melepaskan agamanya atau berpindah agama demi sebuah legalitas perkawinan, atau harus mengalami penderitaan dalam perjuangan cinta mereka.
Turut hadir dalam kegiatan pengukuhan, beberapa Guru Besar. Diantaranya Prof. Dr. Fransiskus Salesman, Prof. Dr. Alo Liliweri, Prof. Dr. Fransiskus Bustan. Berikutnya Rombongan LLDikti, Dewan Profesor, DPR-RI Julie Sutrisno Laiskodat, Perwakilan Kesbangpol Propinsi NTT, Anggota DPRD Provinsi, Kakanwil Depag Provinsi, Kakanwil Kemenhunkam NTT.
Hadir juga Ketua Dewan Pembina Yayasan Santu Paulus Ruteng, Uskup Ruteng, Mgr. Siprianus Hormat, juga Wakil Bupati Manggarai Timur (Matim), Jaghur Stefanus, Sekda Matim, Bonni Hasudungan Siregar, Ketua dan Wakil Ketua 1 dan 2 DPRD Matim, Sekda Manggarai, Jahang Fansi Aldus. Pimpinan OPD Manggarai dan Rekto Ketua Sekolah PT dan Keluarga besar Prof. John. (*)



Tinggalkan Balasan